Senin, 23 April 2012

Keamanan bagi si kecil

Keamanan yang akan si ibu bahas di sini terutama saat si kecil berada di tengah keramaian atau tersasar.

Anak si ibu yang sekarang usianya 3,5 tahun baru lancar bicara sewaktu usianya 18-20 bulan, agak telat sih karena beberapa anak lain sudah mulai dari 11-15 bulan. Sedikit saran untuk ibu-ibu yang menunggu si kecil lancar bicara, selain bersabar tentunya, isilah terus pengetahuannya dengan berbagai kosa kata melalui lagu dan cerita. Saat tiba saatnya si kecil bicara, dengan bahagianya ia akan menggunakan kata-kata yang sudah kita sediakan (sering perdengarkan) untuk mengungkapkan maksud hatinya.

Nah, setelah si kecil lancar bicara, tentunya ada beberapa hal penting yang perlu diketahui dan diingatnya.

1. Namanya sendiri
Cukup nama panggilannya saja, yang semoga cukup sederhana namun unik sehingga saat ia hilang di keramaian tidak membingungkan untuk dicari.
Contoh : Menyahut saat ditanya, "Namamu siapa?" "Unyil" *tidak perlu sampai Raden Mas Mahendra Putra Gunungan Selaras misalkan*

2. Alamat rumahnya
Tidak perlu terlalu panjang, tapi cukup untuk mengidentifikasi dirinya.
Contoh: Menyahut saat ditanya, "Rumahmu dimana?" "Pondok kacang"

3. Nama kedua orang tuanya
Saat si kecil sudah sekitar 2,5 tahun mungkin sudah lancar mengucapkan nama panjangnya maupun nama kedua orang tuanya. Tapi minimal dari sedini mungkin dikenalkan bahwa ia adalah anak "Pak Raden" atau anak "Bu Bariah"

Petunjuk saat berada di keramaian.

Berikut adalah kata-kata si ibu yang selalu diulang-ulang saat membawa si kecil ke tempat ramai.
Sejak usianya 2 tahun, si ibu selalu bilang bahwa kita akan ke tempat yang ramai (pusat perbelanjaan, PRJ, pameran, dsb) jadi tidak boleh jauh dari orang tua dan kalau sampai hilang jangan lupa 3 hal:

1. Jangan menangis
Karena anak yang menangis tidak akan bisa ditanyai dan malah membingungkan.

2. Cari pak Satpam atau Polisi
Atau minta bantuan orang besar untuk mengantarkan ke satpam.

3. Lapor "Pak, saya hilang. Tolong cari ibu saya Bu Bariah, nama saya si Unyil"
Bagian yang ini redaksinya bisa dibuat sesuai dengan kemampuan si kecil yang pastinya semakin hari semakin pintar.

Cukup sederhana memang, tapi harus terus diulang-ulang dan diucapkan dengan nada yang serius. Jadi si kecil tau pentingnya mengetahui identitas dirinya dan mampu mencari jalan keluar bila dirinya hilang atau tersesat.

Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah kesadaran untuk boleh bersikap ramah, namun bukan berarti mau terima barang gratisan dari orang tidak dikenal atau mengikuti orang tidak dikenal.