Tulisan yang ini merupakan obrolan iseng si ibu dengan si ayah. Jadi ceritanya kami menganalisa kenapa ya perempuan jaman sekarang kok susah sekali mencari pacar, pasangan, dan ujung-ujungnya pendamping hidup?
Analisa si ayah, ini gara-gara DP membeli motor makin murah! Loh?? Iya, soalnya orang-orang jaman sekarang jadi pada naik motor semua kan? Semakin sedikit aja pengguna transportasi umum seperti bus dan angkot. Alhasil kesempatan untuk bertemu jodoh pun semakin kecil. Apa iya ya??
Lebih jauh si ayah bilang, pertama-tama cowok-cowoknya yang pada naik motor. Jadi angkot-angkot isinya lebih banyak cewek-cewek deh. Si cewek jadi tidak bertemu dengan siapapun cowok yang mungkin naik angkot. Sebenarnya situasi ini masih lumayan, karena setidaknya kalau di sekolah atau di kerjaan ada yang ditaksir oleh si cowok, bisa diajak pulang naik motor. Lumayan si cewek dapat tumpangan gratis sementara si cowok bisa melancarkan langkah-langkah PDKT.
Tapi kemudian untuk alasan kepraktisan, gengsi, dan mungkin juga keamanan (karena kok ya belakangan malah santer berita pemerkosaan di angkot? Oh no!!), mulailah cewek-cewek juga mengendarai motor kemana-mana. Implikasinya? Wah si cowok jadi tidak bisa mengajak pulang bareng lagi deh... Lebih parah kasusnya kalau si cowok tidak punya atau bahkan tidak bisa mengendarai motor, tengsin dan gengsi pastinya. Boro-boro meningkatkan frekuensi kemungkinan pertemuan di transportasi publik ya.
Sambil mengiyakan si ayah, suatu hari si ibu benar-benar memperhatikan para penumpang dalam suatu angkot. Wah ternyata statistik ngasal yang dibuat si ayah benar! Angkot yang kapasitasnya sekitar 12 orang, 10 diantaranya adalah wanita. 2 pria ini kemungkinan transportasi pribadinya sedang rusak, tidak punya, atau mungkin punya trauma tersendiri. Pria-pria yang naik angkot itu pun usianya sudah di atas pasaran (emangnya usia pasaran berapa ya?) dan jelas tidak eligible untuk digebet.
Lalu si ibu teringat cerita salah seorang teman kuliah yang sering tidak sengaja ketemu di angkot yang sama dengan teman 1 kampus. Walau beda departemen, lama-lama mereka jadi ngobrol dan walaupun si cowok itu pemalu setengah mati akhirnya mereka benar-benar jadian! Si ibu ingat juga jaman kuliah dulu 1 angkot dengan mahasiswa kampus tetangga yang gaya-gayanya mau mengajak kenalan (tapi dulu si ibu juteknya setengah mati dan paling malas urusan sama orang tidak dikenal jadi sama sekali tidak ditanggapi, hehehheee kasian juga ya).
Trus gimana dong, Yah? Wah gampang, kalo belum punya pacar kemana-mana tidak usah naik motor atau mobil pribadi, kata si ayah. Rela aja naik angkot, kopaja atau busway. Suatu saat kan ada yang kasihan dan ngajak bareng, kalo naksir sudah pasti langsung bisa bareng. Kebayang nggak kalau kemana-mana sudah nyetir Jazz sendiri, mau ngajak bareng, si cowok yang cuma modal P20 atau Vario pastinya tengsin dan mundur teratur dong.
Hehehe jamannya berubah ya... Dulu sih si ibu memang kemana-mana diantar jemput sampai SMA karena memang tidak boleh pacaran atau jalan-jalan dengan teman. Sewaktu kuliah baru merasakan naik angkot, bus, busway, kereta, bemo, dan sebagainya. Dan memang ketemu dengan si ayah baru sewaktu kuliah, pacaran naik motor (ahaaaayyy....).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar